Tuesday, September 18, 2012

Hotspot di atap rumahku

Hotspot di rumah ku ini adalah berawal dari eksperimen membuat antenna Omnidirectonal sendiri dengan menggunakan bahan pipa tembaga untuk AC dan pipa PVC sebagai covernya. Untuk konektor nya mengunakan N-type female connector yang nantinya dihubungkan ke pigtail ke AP. Ada contoh pembuatan antenna jenis lain dari salah satu opensource anak bangsa http://kasepuhan.multiply.com/video/item/38
Antena ini di pasang diatas tiang antena untuk TV. dari atap rumah sekitar 2 meter supaya cukup untuk di akses dari tempat yang agak jauh.
Untuk Acces point nya sendiri  menggunakan Radio AP merk D-Link DWL-2100AP. Hasilnya lumayan ok dengan jarak sekitar radius 300meter tanpa halangan masih bisa di akses dengan sinyal sekitar 75% langsung dari laptop.
AP nya di masukan kedalam taperware box untuk menyimpan makanan. Yg penting kedap air dan tahan sinar matahari. Pengen tau aja neh berapa lama bertahan dengan plastik ini....:D. Sebenarnya karna perangkat AP yg di dalamnya untuk penggunaan indoor dipaksakan jadi outdoor untuk nekan biaya. Jadi yang ada di akal-akalin. Terus harus ditaro diluar karna agar dekat dengan antenna jadi Loss signal di cable di kurangi dengan memendekan jarak antara antenna dan radio.

Dari Radio AP ini aku share dengan teman2 di sekitar rumah. Client menggunakan antena Yagi 15db dan USB LAN adapter dengan SMA connector untuk menghubungkan external antena. Dari hasil coba-coba ini dengan jarak sekitar 700meter masih bisa menangkap
sinyal sekitar 50%. Signal strenght ini juga kadang masih berubah-ubah tergatung kondisi cuaca hujan atau tidak. Persoalan nya dari point-to-point tidak LOS ada 2 pohon cemara di pos satpam tinggi banget jadi cukup mengattenuated sinyal yang di terima....Untuk Security nya masih menggunakan WEP yg di set di AP nya. Lumayan dari AP ini di share ke 3 users speednya masih ok lah untuk browsing and chating.




Antenna berikut AP yg dimasukan ke dalam kotak taperware. Mungkin seharusnya harus di cat box nya supaya sinar matahari tidak langsung masuk ke electronics nya. Yang perlu di perhatikan sepertinya harus kedap udara dan air sehingga mencegah humid dan moisture yg bisa masuk ke dalamnya. kalau air sih sepertinya tahan karna cukup nge-seal neh kotak.

Di taro diatas tiang antenna TV. cuma lom aku rapihin neh kabel2nya keliatan semrawut ya....

Ga harus pake triangle tower yg penting sih memenuhi ajah syarat ketinggian nya dan bisa di akses dari client dari jarak yg lebih jauh. Tapi menurut yang ahlinya sih ketinggian mempengaruhi jarak pancar. Ada yang disebut dengan Fresnel Zone (orang elektro pasti ngerti). Atau ada link bagus neh http://my.opera.com/m4m4n/blog/tools-yang-sangat-bermanfaat-sebelum-pemasangan-wireless-lan












Antenna, pigtail dan AP yg dimasukan kedalam box plastik




















Nude antenna yg  terdiri dari pipa2 tembaga..kalau ada sih yg berbahan kuningan dilapisin perak....cuma mahal kali ya harganya.



















AP yg di hubungkan ke PoE , terus di kasih tape supaya tetep terkonek dengan kuat ke RJ-45 konektornya.












Female N-type conector dari antenna.





Sumber : http://kasepuhan.multiply.com/journal/item/19?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem










No comments: