ACCESS POINT (AP)
A. DEFINISI ACCESS POINT (AP)
Berikut adalah beberapa definisi Access Point (AP) yang diambil dari berbagai sumber.
Access Point adalah sebuah perangkat jaringan yang berisi sebuah
transceiver dan antena untuk transmisi dan menerima sinyal ke dan dari
clients remote. Dengan access points (AP) clients wireless bisa dengan
cepat dan mudah untuk terhubung kepada jaringan LAN kabel secara
wireless.
Wireless Access Point (WAP/AP) adalah alat yang digunakan untuk
menghubungkan alat-alat dalam suatu jaringan, dari dan ke jaringan
Wireless
Router dan Acces Point adalah dua fungsi peralatan jaringan yang bekerja
bahu membahu membentuk unit pemancar signal wifi. Acces Point membentuk
hot spot, sedangkan Router mengatur lalu lintas data. Alat ini
digunakan untuk Acces Internet secara wifi.
Access point, akses point, disingkat dengan AP. Suatu tempat yang
menjadi pusat dari beberapa koneksi terhubung. Alat ini juga dikenal
dengan Cross Box. Jika dilihat dari sudut pandang koneksi telepon,
Access Point adalah suatu box tempat dimana kabel telepon dari pelanggan
telepon terkoneksi. Begitu juga kalau dilihat dari jaringan komputer
tanpa kabel (wireless), access point ini adalah pemancar yang
menghubungkan komputer-komputer yang terpaut dengan jaringannya untuk
menuju jaringan yang lebih besar (internet).
Access Point adalah hub bagi jaringan wireless baik itu di ruangan,
maupun di jaringan dalam kota. Untuk jaringan dalam kota, Access Point
ini biasanya di tempatnya di ISP berada pada tower dengan ketinggian 20
meter atau lebih.
Access Point dalam jaringan komputer, sebuah jalur akses nirkabel
(Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel
yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel
dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait. WAP biasanya
yang terhubung ke jaringan kabel, dan dapat relay data antara perangkat
nirkabel (seperti komputer atau printer) dan kabel pada perangkat
jaringan.
Wireless Access Point. Seperti juga namanya WAP berfungsi untuk
mengakses jaringan yang ada di daerah internal dari sebuah Jaringan LAN.
Contohnya dalam jaringan lokal atau LAN kita membuat penamaan IP
192.168.0.1 otomatis dalam access point kita akan memforward IP
192.168.0.xxx pada client dengan kata lain kita akan masuk jaringan
lokal tertentu. Sebagai info untuk dalam jaringan kita sebaiknya harus
diberikan proteksi yang sangat ketat dengan cara penggabungan angka
dengan numerik contoh : d3s3mb3rbr4v0.
B. FUNGSI ACCESS POINT
Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga
memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan
(Network).
sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal
dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi
data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran
kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau,
semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW)
semakin luas jangkauannya.
C. KAPAN KITA BUTUH WIRELESS ACCESS POINT
Pada dasarnya untuk kebutuhan dirumahan, anda memerlukan wireless access
point jika anda ingin membuat jaringan wireless untuk berbagi sambungan
internet broadband misal dari Speedy ke beberapa komputer didalam
rumah. Anda bisa menghubungkan wireless access point anda kepada modem
router (dari ISP) anda untuk membuat jaringan wireless. Akan tetapi anda
perlu memperhatikan dan memastikan kalau modem anda yang sekarang ini
mempunyai fitur NAT firewall. Jika anda mendapati bahwa modem broadband
anda murni sebuah modem yang tidak mempunyai fitur firewall (NAT) maka
yang anda butuhkan adalah sebuah wireless router. Kalau tidak maka anda
hanya bisa mendapatkan satu sambungan komputer saja yang bisa akses
internet dalam satu waktu
Dalam jaringan komputer bisnis anda di kantor jika anda memerlukan untuk
memberikan access internet atau jaringan kepada suatu lokasi atau area
yang untuk menarik kabel jaringan adalah tidak mungkin (bisa karena
sudah dan tidak ekonomis) maka anda memerlukan wireless access point
untuk memberikan akses wireless kepada jaringan anda. Atau anda ingin
memberikan akses wireless kepada komputer mobile (laptop / notebook)
anda atau para tamu yang membawa laptop yang ingin mendapatkan akses
internet, maka membuat suatu jaringan wireless hotspots dengan pemisahan
security policy adalah suatu kenbutuhan yang perlu dipenuhi. Wireless
access point indoor bisa anda gunakan untuk itu.
Dan juga pada lingkungan pabrik, atau warehouse, atau plant yang berada
di lingkungan kasar, maka anda memrlukan wireless access point outdoor
yang handal untuk memberikan akses jaringan secara wireless. Untuk
menghubungkan antar gedung atau antar lokasi pabrik yang untuk menarik
kabel adalah tidak mungkin atau tidak ekonomis, maka anda memerlukan
wireless access point bridge yang handal.
D. WIRELESS ACCESS POINT YANG MANA YANG TERBAIK
Teknology telah membuat hidup lebih mudah dalam beraktifitas. Produsen
elektronik mengembangkan varian produk baru yang dikenalkan dengan fitur
lebih bagus dan canggih dengan performa yang lebih bagus juga. Memilih
wireless access point yang terbaik adalah menjadi sebuah target yang
bergerak karena selalu ada perangkat baru yang lebih bagus dengan fitur
dan technology yang canggih. Untuk itu saat ini perlu diperhatikan spec
dari pabrik apa yang bisa mereka tawarkan agar bisa memenuhi kebutuhan
anda dengan baik. Beikut adalah fitur kebutuhan minimum atau yang
dianjurkan ada dalam sebuah wireless access point:
1. Multifunction Modes
Sebuah wireless access point yang bagus adalah yang bisa bekerja atau
dioperasikan dalam berbagai modus operasi: sebagai Access Point,
Repeater, Bridge, dan Wireless Client. Sebagai wireless access point
(WAP), perangkat ini bisa memungkinkan jaringan kabel LAN dikembangkan
menjadi jaringan wireless dengan jalan menghubungkan perangkat AP ini
kepada sebuah salah satu port Ethernet jaringan LAN anda misal kesebuah
Switch atau ke sebuah modem router langsung.
Gambar berikut adalah contoh diagram beberapa modus operasi AP
Sebagai perangkat wireless bridge atau wireless client, memungkinkan
perangkat dengan port Ethernet terhubung kepada jaringan wireless anda.
Dengan wireless bridge anda bisa menghubungkan satu jaringan LAN kepada
jaringan LAN lainnya lewat sambungan wireless antar gedung misalnya.
Atau beberapa perangkat jaringan misal komputer desktop, printer,
notebook, yang terhubung kepada sebuah Switch dan terhubung kepada
wireless bridge untuk konek kepada jaringan wireless anda.
Sementara pada wireless repeater, anda bisa menambahkan beberapa AP
untuk mengembangkan jaringan wireless anda tanpa harus konek kepada
kabel backbone jaringan anda.
2. WDS Support
Wireless access point terbaik haruslah mendukung fitur Wireless
Distribution System (WDS). Dengan WDS sebuah jaringan wireless bisa
dikembangkan dengan menggunakan beberapa wireless AP tanpa harus
menggunakan backbone kabel jaringan dan client bisa roaming antar
wireless AP. Dengan fitur WDS ini anda bisa mengembangkan jaringan
wireless yang besar dengan saling link antar wireless AP dengan WDS Link
tanpa harus terkoneksi dengan backbone kabel seperti halnya jaringan AP
tradisional. Umumnya fitur WDS ini sangat cocok dipakai pada lingkungan
jaringan wireless yang sangat luas dan lebar misal di pabrik, di kampus
dan sebagainya.
3. Wireless N
Wireless access point terbaik tentunya harus di usung dengan technology
wireless terkini yaitu wireless standards 802.11n versi final. Kita tahu
bahwa versi draft 802.11n sudah di approve oleh IEEE Sep 2009 lalu
menjadi standard wireless 802.11n resmi dengan beberapa opsi tambahan
saja dari versi draft nya. Dikombinasikan dengan technology antenna
cerdas MIMO, maka standard wireless 802.11n ini memberikan speed sampai
idealnya 300 Mbps bahkan lebih dan juga jangkauan yang lebih luas.
Jika jaringan wireless anda banyak menggunakan streaming video, gaming,
atau voice, ada baiknya menggunakan wireless N yang versi dual-band (2.4
dan 5 GHz).
4. Advanced Security Features
Best wireless access point haruslah mendukung fitur security yang handal
termasuk mendukung fitur keamanan wireless terkini yaitu standard
industry Wireless Protected Access (WPA/WPA2), MAC address filter, SSID
broadcast control. Untuk pemakaian di lingkungan jarngan corporasi
kebutuhan akan fitur security advance juga perlu (EAP-MD5, EAP-TLS,
EAP-TTLS, and PEAP), dan juga bila perlu yang support akan RADIUS
authentication jika jaringan corporasi anda mempunyai central RADIUS
server. Dan juga untuk memudahkan instalasi koneksi client kepada
jaringan diperlukan juga fitur yang mendukung Wireless Protected Setup
(WPS) yang biasanya hanya menekan tombol push button untuk memudahkan
koneksi.
E. WIRELESS OUTDOOR ACCESS POINT
Pada umumnya, wireless access point dirancang untuk kebutuhan dalam
gedung (Indoor) seperti dirumahan atau didalam kantoran dimana
lingkungannya tidaklah kasar. Akan tetapi wireless access point yang di
operasikan pada lingkungan yang kasar atau outdoor haruslah mempunyai
design yang khusus. Untuk kebutuhan outdoor sebuah wireless access point
haruslah dikemas dalam suatu rumah yang kokoh dan terbuat dari komponen
yang berstandard industry yang kokoh agar perangkat AP tersebut tahan
beroperasi dibawah range temperature yang extreme misal berkisar antara
~30~70 derajat Celcius dan juga dilengkapi dengan penangkal petir, tahan
cuaca, anti bocor, dan juga
F. PERANGKAT ACCESS POINT
Ada dua macam perangkat access point, yaitu :
a. Dedicated Hardware Access Point
Merupakan suatu perangkat yang khusus dibuat untuk bekerja sebagai access point.
b. Software Access Point
Merupakan suatu komputer yang dilengkapi dengan wireless NIC dan
software access point yang dibuat untuk bertindak sebagai access point.
G. MODE AKSES KONEKSI WI-FI
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi (Wireless-Fidelity), yaitu
a. Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara
langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya,
lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer,
tanpa harus membeli access point
b. Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas
data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui
jaringan (Network).
H. MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI WIRELESS
Proses dan Aplikasi teknologi kadang-kadang membuat bingung para
user, tetapi dengan melakukan manajemen atau pengaturan dari keamanan
informasi wireless hal tersebut tidak pernah terjadi. Dalam kenyataannya
proses-proses bisnis membentuk manajemen mengatasi resiko yang kuat
untuk sejumlah aset fisik dan peralatan jaringan yang juga bekerja untuk
melindungi sumber-sumber wireless. Pedoman efektifitas cost memudahkan
suatu organisasi membentuk perlindungan keamanan yang tepat yang
merupakan bagian dari strategi wireless secara keseluruhan. Point-point
berikut memperkenalkan pendekatan-pendekatan yang bisa dilakukan :
• Kebijakan Keamanan Wireless dan Design Arsitektur
Kebijakan dalam hal keamanan, langkah yang harus ditempuh dan pelatihan
yang bagus harus mengikutsertakan jaringan wireless sebagai bagian dari
seluruh managemen perancangan system keamanan.
• Treat Access Point
Sebagai suatu “untrusted”, akses point perlu untuk diidentifikasi dan
dievaluasi, jika hal tersebut dianggap perlu untuk di lakukan semacam
karantina sebagai “untrusted device” sebelum klien wireless dapat
menambah akses ke jaringan. Penentuan ini berarti penempatan suatu
firewall dilakukan secara tepat dan benar. Melalui Virtual Jaringan
Private (VJP) system dapat mendeteksi gangguan dan melakukan pengenalan
antara akses point dan intranet atau internet.
• Kebijakan dari Konfigurasi Access Point
Administrator memerlukan standard setting keamanan untuk setiap akses
point 802.11b sebelum digunakan. Pedoman ini seharusnya mengcover SSID,
kunci WEP dan enkripsi, serta “community word”nya SNMP.
• Penemuan Access Point
Administrator harus secara rutin mencari tahu ke jaringan kabel untuk
mengidentifikasikan akses point yang tidak diketahui. Beberapa metoda
dari pengenalan device 802.11b sudah ada, termasuk pendeteksian melalui
banner string di dalam akses point dengan web atau telnet interface.
Jaringan wireless dapat mengenali akses point yang tidak benar dengan
menggunakan setting monitoring frekuensi sebesar 2.4 Ghz, yang melakukan
pencarian paket 802.11b di udara, paket yang dimaksud mungkin berupa
alamat IP.
• Penilaian Keamanan Access Point
Pengecekan faktor keamanan dan penafsiran penetrasi secara tepat
mengidentifikasi konfigurasi akses point, default atau secara mudah
menebak password dan persamaan kata, serta enkripsi. Router ACLs dan
firewall juga membantu meminimalkan akses ke dalam suatu agen dan
interface lain.
• Perlindungan Client Wireless
Klien wireless perlu melakukan pengujian untuk masalah keamanan yang
mempunyai hasil yang baik dan diinginkan, prosedure ini harus
mengikutsertakan beberapa atau point berikut ini :
a. Distribusi personal firewall untuk mengunci akses klien
b. VPNs untuk penambahan enkripsi dan pengenalan apa yang bisa disediakan oleh 802.11b.
c. Pendeteksian gangguan dan respon untuk mengidentifikasikan dan
meminimalkan serangan yang terjadi dari orang yang memaksa masuk, virus,
trojan, dan “backdoors”.
• Managemen Service Keamanan untuk Wireless
Managemen Service Keamanan (MSK) membantu suatu organisasi membangun
system keamanan yang efektif tanpa ada biaya yang terus menerus, MSK
menyediakan layanan untuk menghandle tafsiran, design, penyebaran,
management dan dukungan terhadap bidang informasi system keamanan.
I. AUTHENTICATION DAN ASSOCIATION
a. Authentication
Langkah pertama di (dalam) menghubungkan suatu wireless LAN adalah
authentification (pengesahan). Authentification adalah proses di mana
suatu wireless node ( Kartu PC, USB Klien, dll.) mempunyai identitas
yang dibuktikan oleh jaringan ( pada umumnya akses point) untuk node
tersebut sedang mencoba untuk menghubungkan. Verifikasi ini terjadi
ketika akses point klien yang sedang menghubungkan verifikasi bahwa
klien adalah siapa [itu]. Untuk meletakkan nya cara yang lain, akses
point bereaksi terhadap suatu klien yang meminta untuk menghubungkan
dengan membuktikan identitas client sebelum koneksi terjadi.
Kadang-Kadang pengesahan memproses batal, maksudnya walaupun
kedua-duanya klien dan akses point harus berproses melalui langkah ini
dalam rangka berhubungan, ada benar tidaknya identitas khusus
memerlukan untuk asosiasi. Ini adalah kasus ketika akses point yang
paling baru dan kartu PC diinstall di dalam default cofigurasi mereka.
b. Association
Suatu saat wireless klien telah dibuktikan keasliannya, klien kemudian
berhubungan dengan akses point. Kemudian dihubungkan status di mana
suatu klien diijinkan untuk meloloskan data melalui/sampai pada suatu
akses point. Jika kartu PC dihubungkan untuk akses point itu , maka
terjadi jaringan.
Proses menjadi berhubungan adalah sebagai berikut. Ketika suatu klien
mengharapkan untuk berhubungan, klien mengirimkan suatu pengesahan
meminta kepada point akses dan menerima balasan suatu pengesahan
tanggapan. Setelah pengesahan diselesaikan, setasiun mengirimkan suatu
permintaan asosiasi membingkai kepada akses point yang menjawab kepada
klien dengan suatu tanggapan asosiasi membingkai salah satu membiarkan
atau menolak asosiasi.
J. LANGKAH-LANGKAH KONFIGURASI ACCESS POINT
1. Memilih Access Point dengan feature yang tepat
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membeli sebuah Access
Point yang akan dipasang pada jaringan kabel yang sudah ada. Tentu saja
sampai tahap ini, diharapkan Anda memiliki jaringan kabel yang sudah
bekerja dengan baik.
Direkomendasikan, sebaiknya anda menggunakan Access Point yang telah
mendukung standar 802.11g dengan kecepatan 54 Mbps. Akan lebih baik lagi
jika Access Point Anda mendukung standar yang lebih tinggi (108 Mbps).
Melihat feature bisa dengan mengunjungi website dan mengumpulkan brosur
harus dilakukan sebelum membeli suatu produk. Feature lain juga harus
Anda perhatikan seperti adanya fungsi DHCP Server, MAC Filtering, dan
WEP minimal 128 bit. Fungsi tambahan lain seperti dukungan WPA dan
konektor antena eksternal bisa menjadi nilai tambah.
2. Memasang Access Point pada Hub atau Switch
Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memasang Access Point
pada hub atau switch dalam jaringan Anda. Seharusnya, Anda akan
menemukan sebuah kabel RJ45 pada paket penjualannya. Kabel ini bisa
digunakan untuk menghubungkan Access Point ke hub atau switch Anda. Anda
juga harus menghubungkan adaptor yang merupakan sumber daya untuk
Access Point.
Disarankan untuk me-reset pada Access Point. Tombol reset biasanya
terletak dekat tombol power (periksa buku manual yang ada dalam paket
penjualan). Hal ini berguna untuk mengembalikan konfigurasi Access Point
ke kondisi default. Cara ini tidak harus dilakukan, karena hanya
digunakan untuk memastikan Access Point berada dalam konfigurasi
default.
3. Saatnya membuka buku manual
Langkah ini sangat penting untuk Anda lakukan, karena setiap Access
Point biasanya harus dikonfigurasikan dengan cara yang berbeda-beda. Ada
Access Point menyediakan software yang secara otomatis bisa mendeteksi
keberadaan Access Point dalam jaringan, namun ada juga Access Point yang
mengharuskan Anda menyamakan network komputer terlebih dahulu. Hal ini
biasanya diinformasikan dalam buku manual, sehingga Anda wajib untuk
membacanya terlebih dahulu.
• Pada umumnya, Anda harus mengganti IP komputer yang akan digunakan
untuk mengkonfigurasikan Access Point. IP komputer harus berada pada
network yang sama dengan IP Access Point agar Access Point bisa
dikonfigurasi. Periksalah buku manual untuk mengetahui IP address
default dari Access Point.
• Selanjutnya, ubah IP komputer Anda ke alamat IP yang kosong dan
berdekatan dengan alamat IP Access Point. Misalkan IP default Access
Point adalah 192.168.1.1, maka Anda bisa menggunakan IP 192.168.1.2
untuk IP komputer.
• Setelah PC dan Access Point berada dalam network yang sama, maka Anda
bisa langsung mengkonfigurasikan Access Point tersebut. Periksa lagi
buku manual Access Point dan lihat apakah Access Point Anda mendukung
web based management. Jika ya, maka Anda hanya perlu memasukkan alamat
IP Access Point pada web browser di PC (contohnya: http://192.168.1.1).
Seharusnya, browser akan menampilkan interface login untuk
mengkonfigurasikan Access Point. Informasi user name dan password
default bisa Anda lihat pada buku manual.
• Kasus lain yang mungkin terjadi adalah Access Point Anda tidak
mendukung web based management. Jika ya, maka Anda harus menggunakan
software khusus yang biasanya disediakan dalam CD pada paket penjualan.
Install aplikasi tersebut dan untuk melakukan konfigurasi awal Access
Point Anda.
4. Langkah awal konfigurasi: Ganti default password
Saat pertama kali Anda melakukan konfigurasi, seharusnya Anda akan
diminta untuk memasukkan user name dan password. Biasanya, informasi
user name dan password ini bisa Anda temukan pada buku manual. Password
yang digunakan pada umumnya cukup “standar” dan sangat mudah ditebak.
Jika tidak segera diganti, maka hal ini sangatlah berbahaya.
Oleh karena itu, langkah awal sebelum melakukan konfigurasi adalah
mengganti user name dan password standar tersebut. Setiap orang bisa
menebak default password yang digunakan karena memang menggunakan kata
kunci yang umum (biasanya device sejenis dari vendor yang sama akan
memiliki default password yang sama pula). Gantilah user name dan
password dengan kata kunci yang unik dan berisikan kombinasi angka dan
huruf.
5. Memberi nama pengenal jaringan wireless.
Jaringan wireless biasanya diberi nama khusus yang unik. Nama unik
atau yang biasanya dikenal dengan istilah Extended Service Set
Identifier (ESSID) ini bisa diberikan bebas tergantung keinginan Anda.
6. Menyembunyikan ESSID Access Point
Hampir semua Access Point memiliki kemampuan untuk menyembunyikan ESSID
(hidden ESSID). Perlu diketahui bahwa sebuah Access Point akan selalu
memancarkan informasi ESSID ini untuk menunjukkan “keberadaan” dirinya.
ESSID ini biasanya akan ditangkap oleh client yang akan mengakses ke
dalam jaringan Wi-Fi tersebut. Dengan dipancarkannya ESSID ini, maka
para calon penyusup dapat dengan mudah mengetahui keberadaan jaringan
wireless.
Mengaktifkan fungsi hidden ESSID merupakan salah satu cara cepat untuk
mengatasi masalah ini. Dengan aktifnya hidden ESSID, maka Access Point
tidak lagi memancarkan informasi keberadaan dirinya dan jaringan
wireless. Para calon penyusup pemula akan sedikit kesulitan untuk
mengakses jaringan wireless Anda.
7. Mengaktifkan DHCP server pada Access Point
Dynamic Host Control Protocol atau DHCP merupakan suatu protokol dalam
jaringan yang bertugas untuk memberikan alamat IP kepada client yang
terkoneksi ke dalam jaringan tersebut. Tanpa adanya DHCP server, Anda
harus memasukkan alamat IP secara manual untuk setiap client yang
terkoneksi. Hal ini tentu akan merepotkan.
Feature DHCP server juga biasanya menjadi standar pada Access Point dan
Router. Syarat penting: Sebelum mengaktifkan fungsi DHCP server pada
Access Point, sebaiknya Anda memastikan bahwa dalam jaringan belum ada
device lain yang juga berfungsi sebagai DHCP server.
Proses mengaktifkan feature DHCP server ini juga cukup mudah. Masuklah
ke interface konfigurasi dari Access Point dan ubah pilihan DHCP server
menjadi “enabled”. Biasanya, Anda juga harus memasukkan range alamat IP
yang akan di-reserved atau dialokasikan Access Point kepada client yang
terkoneksi. Jumlah ini juga bisa digunakan untuk membatasi client yang
bisa terkoneksi. Misalkan Anda memasukkan range IP antara 10.15.33.34
sampai 10.15.33.40, maka maksimal hanya akan ada tujuh IP yang akan
dialokasikan Access Point kepada client. Jika client yang masuk lebih
dari tujuh, maka client ini harus mengkonfigurasikan alamat IP-nya
secara manual.
8. Mengaktifkan fasilitas enkripsi
Enkripsi datayaitu melindungi data dari kemungkinan penyadapan.Keamanan
data dalam sebuah jaringan wireless merupakan hal yang sangat penting.
Komunikasi data dikirim menggunakan gelombang udara yang tentunya sangat
rentan akan penyadapan. Fasilitas enkripsi untuk mengamankan data yang
dikirim menjadi hal yang sangat penting.
Wired Equivalency Privacy (WEP) adalah standar yang biasa digunakan
untuk mengenkripsi data yang dikirim melalui jaringan wireless. Pastikan
Anda mengaktifkan setidaknya WEP dengan tingkat keamanan 128 bit.
Access Point yang lebih baru sudah mendukung standar keamanan yang
le-bih baik yaitu Wi-Fi Protected Access (WPA). Jika Access Point Anda
belum mendukung WPA, coba kunjungi website dari produsen Access Point
tersebut. Biasanya, Anda bisa menemukan update untuk menambahkan
dukungan WPA. Standar keamanan terbaru sampai saat ini sudah mendukung
WPA versi 2.
Sebagai tambahan, client yang akan melakukan koneksi ke Access Point
harus mendukung standar keamanan yang sama dengan yang diaktifkan pada
Access Point. Jika Anda mengaktifkan WEP 128 bit, maka semua client Anda
harus mengaktifkan WEP 128 bit agar bisa berkomunikasi dengan baik.
9. Mengaktifkan feature MAC Filtering
MAC Filtering merupakan feature keamanan yang juga cukup efektif untuk
mencegah para penyusup. Feature ini memungkinkan Anda membatas client
yang akan bergabung ke dalam jaringan berdasarkan Media Access Control
(MAC) Address dari network card client. MAC Address ini unik untuk
setiap network card. Jadi, setiap network card pasti memiliki MAC
Address yang berbeda.
Anda harus mengetahui MAC Address dari setiap client yang akan
diperbolehkan untuk mengakses jaringan dan memasukkannya secara manual
ke dalam konfigurasi Access Point. Client yang MAC Address-nya belum
didaftarkan tidak akan bisa mengakses jaringan. Informasi MAC Address
ini biasanya bisa Anda temukan dengan menggunakan software ataupun
melihat kotak/manual dari network card.
10. KONFIGURASI ACCESS POINT MENGGUNAKAN D-LINK<
Membuat area hotspot atau membuat access point sebetulnya tidak beda
denganm membuat router, tetapi di tambah dengan mengaktifkan wireless
dan server DHCP pada router kita. Tetapi tentu saja alat dan fasilitas
yang lengkap pada router tersebut yang harus mendukung access point.
Jadi alat Access point router ini berfungsi sebagai server router,
server DHCP dan pemancar wireless.
1. Langkah pertama yang dilakuakan adalah memasang 2 kabel yang yitu
yang pertama kabel dari ISP yang masuk ke area WAN dan kabel yang menuju
ke client di pasang pada area LAN (biasanya lebih dari satu untuk port
LAN)
2. Setelah kabel terpasang baru kemudian baru masuk ke proses setting
yaitu dengan membuka browser internet pada salah satu PC client.
Kemudian untuk defaultnya adalah ketik no IP 192.168.0.1 sehingga muncul
user nama dan password. User name di isi admin dan kemudian password di
biarkan kosong kemudian enter
3. setelah user name dan password di masukkan secara benar baru kemudian muncul tampilan berikut :
4. Untuk mengubah password defaul dapat di lakukan pada tab Tools,
tujuannya agar tidak setiap orang dapat mengubah setting access point
yang kita buat.
5. Selanjutanya fasilitas wirelessnya di aktifkan dengan mengaktifkan
ini maka pemancaran ggelombang radio sudah di aktifkan sehingga wireless
adapater dari PC client dapat menangkap gelombang ini. Dengan memberi
nama koneksi wireless kita pada colom paling Network ID. Dapat pula
diberi proteksi password untuk tidak setiap orang dapat menikmati
fasilitas hotspot yang kita buat pada kolom security
6. Kemudian pada bagian WAN berarti bagian yang menghubungkan dengan
ISPnya maupaun router yang berada di level atasnya. IP yang diaktifkan
adalah static IP kemudian IP addressnya misalkan router atasnya
10.63.41.1 maka harus sejajar dengan itu misalnya 10.63.98.7 kemudian
ISP gatewaynya di isi 10.63.98.1 kemudian DNSnya juga di isi DNS ISP
yang bersangkutan.
Pengisian pada bagian WAN
7. Kemudian pada LAN adalah koneksi ke client dapat di atur untuk IPnya
tetapi jika disesuaikan dengan defaulnya akan tetap 192.168.0.1 dan
client yang mennyesuaikan asalkan IP nya sejajar.
8. Fasilitas Hotspot supaya dapat langsung dinikmati koneksi secara
langsung tanpa melakukan setting IP pada komputer clinet adalah dengan
mengaktifkan DHCP server. Pada bagian DHCP tinggal meng-enable kan
bagian DHCP server.
9. Kemudian pada client tinggal menyiapkan alat untuk wireless adapter
untuk menerima sinyal radio dari access pointnya. Untuk masa sekarang
notebook sudah dilengkapi dengan wireless adapter. Jika belum dapat
ditambahkan alat eksternal seperti gambar berikut :
10. Kemudian pada PC client jika terdapat koneksi wireless akan
langsung muncul dan tinggal di connectkan pada salah satu yang kita
inginkan. Dengan catatan untuk koneksi hotspot yang sering digunakan
pada TCP/IP wireless adapter yang dipakai dibiarkan aotomatic.
Referensi : Diambil dari http://bunyamingunadarma.wordpress.com/2011/04/05/akses-point-access-point/